Gak Nyangka! Ery Makmur Turun 30 Kg, Tapi Dapat Ucapan Kasar “Anjing”Gak Nyangka! Ery Makmur Turun 30 Kg, Tapi Dapat Ucapan Kasar “Anjing”

Ery Makmur sukses turun 30 kg, namun justru memicu kontroversi setelah mendapat ucapan kasar dari Steven Wongso.

Gak Nyangka! Ery Makmur Turun 30 Kg, Tapi Dapat Ucapan Kasar “Anjing”

Perjuangan Ery Makmur dalam menurunkan berat badan hingga 30 kilogram semestinya menjadi kisah inspiratif. Namun, momen yang terjadi justru berbalik menjadi sorotan setelah ia diduga mendapat ucapan kasar dalam sebuah situasi yang memicu kontroversi. Peristiwa ini langsung ramai diperbincangkan dan menuai beragam reaksi dari publik. Simak cerita lengkapnya di Berita, Profil, dan Tren Selebriti Indonesia ini.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Perubahan Besar Ery Makmur Setelah Turun 30 Kg

Ery Makmur menjadi sorotan publik setelah berhasil melakukan transformasi besar dalam hidupnya dengan menurunkan berat badan hingga 30 kilogram. Perubahan ini ia jalani dalam kurun waktu sekitar 10 bulan melalui disiplin ketat dan gaya hidup sehat.

Sebelumnya, Ery diketahui memiliki berat badan yang jauh lebih besar. Namun, karena dorongan kesehatan dan keinginan untuk memperbaiki kualitas hidup, ia memutuskan untuk menjalani proses diet yang cukup berat dan konsisten.

Keberhasilan ini membuat Ery tampil jauh lebih bugar dan percaya diri. Ia pun kerap membagikan perjalanannya sebagai bentuk motivasi bagi banyak orang yang ingin menjalani pola hidup sehat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Awal Mula Kontroversi Dengan Steven Wongso

Di tengah pencapaiannya tersebut, Ery Makmur kemudian terseret dalam kontroversi yang melibatkan konten kreator Steven Wongso. Persoalan ini bermula dari sebuah konten yang dinilai menyinggung kelompok orang dengan kondisi obesitas.

Dalam konten tersebut, Steven diduga melontarkan pernyataan yang menyamakan orang bertubuh gemuk dengan anjing. Pernyataan ini kemudian memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Ery Makmur.

Ery yang merasa tersinggung menilai bahwa ucapan tersebut tidak memiliki empati. Menurutnya, kondisi tubuh seseorang tidak bisa dijadikan bahan hinaan atau lelucon yang merendahkan martabat manusia.

Baca Juga: Spekulasi Makin Kuat, El Rumi Dan Syifa Hadju Dikabarkan Gelar Pernikahan Akhir Bulan Ini

Reaksi Emosional Ery Makmur

Reaksi Emosional Ery Makmur700

Ery Makmur kemudian meluapkan emosinya melalui pernyataan terbuka. Ia menegaskan bahwa ucapan yang merendahkan orang gemuk sangat tidak dapat diterima, terlebih dari seseorang yang memiliki pengaruh di media sosial.

Menurut Ery, perjuangan orang yang berjuang menurunkan berat badan bukanlah hal mudah. Ia sendiri memahami betul proses tersebut karena telah menjalaninya selama berbulan-bulan dengan penuh disiplin.

Ia bahkan menantang Steven Wongso untuk bertemu secara langsung agar dapat menyampaikan keberatannya secara terbuka. Namun hingga saat ini, respons dari pihak Steven disebut belum terlihat secara jelas.

Perjalanan Diet Dan Motivasi Hidup Ery

Perubahan Ery Makmur tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan gaya hidup. Ia mengaku bahwa motivasi utamanya dalam menurunkan berat badan adalah kesehatan dan keluarga.

Dalam prosesnya, Ery menjalani pola hidup yang cukup disiplin, mulai dari menjaga pola makan, tidur teratur, hingga rutin berolahraga. Konsistensi ini menjadi kunci utama keberhasilannya menurunkan 30 kilogram.

Selain itu, Ery juga menekankan bahwa perubahan dirinya dilakukan bukan untuk penampilan semata, melainkan demi kualitas hidup yang lebih baik dan masa depan keluarga.

Sorotan Publik Dan Dampak Kontroversi

Kontroversi ini kemudian menjadi sorotan luas di media sosial. Banyak warganet yang ikut memberikan pendapat terkait ucapan Steven Wongso yang dianggap tidak pantas.

Sebagian publik mendukung sikap Ery Makmur yang menolak segala bentuk penghinaan terhadap kondisi fisik seseorang. Mereka menilai bahwa edukasi mengenai body shaming masih sangat penting di era digital saat ini.

Namun di sisi lain, perdebatan juga muncul terkait batasan kebebasan berbicara di media sosial. Kasus ini pun kembali membuka diskusi mengenai etika konten kreator dalam menyampaikan opini publik.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari info1.id
  • Gambar Kedua dari suara.com

By Olivia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *