Dr Tirta singgung Sirkel Mohan Hazian yang diduga berperan sebagai enabler dalam dugaan kasus pelecehan, memicu perhatian publik.
Kasus dugaan pelecehan kembali memanas. Dr Tirta menyoroti nama Sirkel Mohan Hazian, yang disebut-sebut berperan sebagai enabler. Simak detailnya hanya di Berita, Profil, dan Tren Selebriti Indonesia.
Dr Tirta Soroti Sirkel Mohan Hazian Dalam Dugaan Kasus Pelecehan
Kasus dugaan pelecehan yang menyeret nama Mohan Hazian kini semakin menjadi perhatian publik. Salah satu yang ikut menyoroti kasus ini adalah influencer sekaligus dokter, dr Tirta.
Melalui akun X @tirta_cipeng, dr Tirta menyinggung sirkel Mohan Hazian yang diduga menjadi enabler dalam kasus tersebut. Ia menilai sikap sirkel ini mengecewakan publik karena terkesan mewajarkan tindakan Mohan.
Menurut dr Tirta, beberapa orang dalam sirkel Mohan justru menggunakan kasus Gofar sebagai alasan untuk bersikap netral. Padahal, fokus seharusnya tetap pada korban dan keadilan yang layak diterima.
Sikap Sirkel Mohan Dinilai Memperkuat “Enabler Culture”
Sikap sirkel Mohan Hazian yang cenderung membela atau menutup mata terhadap dugaan pelecehan dinilai memperkuat apa yang disebut sebagai enabler culture. Hal ini memicu kritik keras dari publik dan netizen.
Circle dia rata-rata owner brand lokal dan influencer skena fashion. Tapi mereka kelihatan tutup mata terhadap kasus ini,tegas dr Tirta. Pernyataan ini memicu perdebatan di media sosial mengenai peran influencer dan pebisnis dalam isu sosial sensitif.
Beberapa netizen menegaskan, sikap sirkel Mohan memang menunjukkan ciri enabler. Mereka menilai bahwa loyalitas terhadap teman atau satu circle tidak boleh menghalangi rasa empati terhadap korban.
Baca Juga: Tak Mau Ada Drama Keluarga, Suami Mpok Alpa Siapkan Warisan Secara Merata
Reaksi Netizen Terhadap Pernyataan Dr Tirta
Pernyataan dr Tirta tentang sirkel Mohan sebagai enabler langsung ramai dikomentari netizen. Banyak yang setuju bahwa sikap netral sirkel Mohan berpotensi merugikan korban dan memperpanjang budaya toleransi terhadap pelecehan.
Salah satu komentar menyebutkan, Bukan kesan lagi, tapi memang enabler. Tutup mata, pura-pura tidak tahu, bahkan pakai kasus Gofar untuk membela diri, tulis akun @awesom***.
Komentar lain menekankan pentingnya brand lokal mengambil sikap tegas, meski harus menentang teman dalam satu circle. Netizen menilai, sikap netral justru menunjukkan ketidakpekaan terhadap korban dan isu serius ini.
Apa Itu Enabler Dalam Psikologi
Istilah enabler merujuk pada seseorang yang perilakunya memungkinkan orang lain untuk melanjutkan perilaku merusak diri sendiri. Menurut Healthline, istilah ini biasanya terkait dengan konteks penyalahgunaan narkoba atau alkohol.
Namun American Psychological Association menegaskan, pola enabler tidak hanya berlaku dalam kecanduan, tetapi juga dalam hubungan dekat yang mendukung perilaku berbahaya atau bermasalah. Dalam kasus ini, sirkel Mohan disebut memungkinkan perilaku bermasalah tetap berlanjut.
Enabler sering menimbulkan stigma karena dianggap ikut bertanggung jawab atas perilaku negatif orang lain. Dalam kasus sosial, enabler dapat berperan dalam memperkuat budaya diam atau membiarkan perilaku tidak etis tetap terjadi.
Dampak Sosial Dan Pentingnya Sikap Tegas
Kasus ini menunjukkan bahwa sikap enabler memiliki dampak nyata pada korban dan masyarakat luas. Membiarkan perilaku merugikan tetap berlangsung dapat memperkuat budaya toleransi terhadap pelecehan dan pelecehan seksual.
Dr Tirta menegaskan, publik dan komunitas profesional harus menaruh fokus pada korban terlebih dahulu. Loyalitas kepada satu circle atau teman tidak boleh menghalangi upaya keadilan dan perlindungan terhadap korban.
Pernyataan dr Tirta kini menjadi bagian dari diskusi penting mengenai tanggung jawab sosial influencer, brand lokal, dan komunitas online. Kesadaran dan sikap tegas dianggap sebagai kunci untuk mencegah enabler culture dan memperjuangkan keadilan bagi korban.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari suara.com
- Gambar Kedua dari suara.com