Denada bantah telantarkan anak Ressa, buka bukti transfer dan alasan menitipkan, fakta ini bikin publik terkejut!
Isu soal anak kembali menyeret nama Denada ke sorotan publik. Tuduhan menelantarkan sang buah hati, Ressa, memicu perdebatan hangat di media sosial. Tak tinggal diam, Denada akhirnya buka suara dan mengungkap fakta sebenarny.
Termasuk bukti transfer serta alasan di balik keputusan penting yang diambilnya. Penjelasan ini pun hanya ada di Berita, Profil, dan Tren Selebriti Indonesia membuat banyak orang terkejut dan mulai melihat sisi lain dari kisah yang selama ini beredar.
Denada Angkat Bicara Terkait Isu Penelantaran Anak
Penyanyi dan selebritas Denada akhirnya buka suara menanggapi gugatan hukum terkait tuduhan telantarkan anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano. Gugatan ini sempat menjadi sorotan publik karena melibatkan hubungan keluarga dan isu emosional yang kuat.
Dalam pernyataannya saat diwawancarai di kanal YouTube Feni Rose Official, Denada menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat untuk melupakan atau meninggalkan anaknya. Ia menyebut tuduhan ini sebagai salah paham yang berkembang di publik.
Denada juga menyatakan bahwa selama ini ia tetap bertanggung jawab atas kebutuhan finansial dan pendidikan sang anak, meskipun hubungan antara mereka sempat berjarak secara fisik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Alasan Denada Titipkan Ressa Sejak Bayi
Denada menjelaskan bahwa keputusan menitipkan Ressa sejak bayi bukan dilandasi oleh niat membuang, melainkan karena kekhawatiran akan stigma sosial. Saat itu Denada masih berstatus belum menikah dan khawatir anaknya akan mendapat perlakuan negatif dari lingkungan sekitar.
Ia pun menitipkan Ressa kepada kerabat dekat di Banyuwangi, yakni Dino dan Ratih, yang dinilai mampu memberikan suasana keluarga lengkap dengan figur ayah dan ibu. Keputusan ini dianggapnya sebagai pilihan terbaik pada saat itu.
Denada juga mengungkapkan bahwa ia menyesali keputusan tersebut, tetapi tetap yakin bahwa langkah itu diambil demi kebaikan dan masa depan Ressa. Ia berharap sang anak mendapatkan kehidupan yang nyaman tanpa mengalami tekanan sosial.
Baca Juga:Â Mengharukan! Baim Wong Bagikan Kesepian Ramadan Pertama Tanpa Istri
Bukti Tanggung Jawab Finansial Yang Ditunjukkan
Sebagai bukti bahwa ia tidak menelantarkan anaknya, Denada tampilkan berbagai bukti transfer uang. Ia menjelaskan bahwa semua kebutuhan pendidikan dan kuliah Ressa selalu dipenuhi olehnya melalui ibu Ressa.
Denada juga mengaku aktif membiayai kebutuhan lain, termasuk pembelian laptop ketika sang anak membutuhkan perangkat tersebut untuk keperluan sekolah.
Ia bahkan tetap mengirimkan dukungan finansial meskipun pada masa‑masa sulit dalam hidupnya sendiri, termasuk ketika harus menjual aset demi pengobatan anak keduanya. Hal ini menunjukkan konsistensinya dalam menunaikan tanggung jawab sebagai orang tua.
Kronologi Gugatan Dan Reaksi Publik
Gugatan yang dilayangkan oleh Ressa terhadap Denada mengundang perhatian publik karena memuat isu emosional dan hubungan keluarga. Ressa merasa selama ini kurang mendapatkan perhatian dalam hubungan ibu‑anak mereka.
Kasus ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, di mana sebagian netizen mendukung Denada, sementara lainnya lebih “mendengarkan” perasaan yang diutarakan oleh Ressa sebagai pihak penggugat.
Selain itu, gugatan tersebut juga terkait sejumlah tuntutan hukum termasuk kompensasi finansial, meskipun Denada disebutkan menolak beberapa poin dalam gugatan tersebut.
Reaksi Denada Dan Harapan Penyelesaian Damai
Denada berharap publik tidak salah paham atas niatnya menitipkan Ressa ke keluarga lain, dan menegaskan jika semua keputusan diambil demi kebaikan anaknya.
Ia juga membuka ruang dialog dan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Tanpa harus menimbulkan keretakan hubungan yang lebih dalam di antara mereka.
Sebagai sosok publik, Denada berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi dan empati dalam keluarga. Terutama ketika isu pribadi menjadi konsumsi publik.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari suara.com
- Gambar Kedua dari suara.com